22, Okt, 2019
Sepatu Emas Eropa 2019

Sepatu Emas Eropa 2019

Messi Susah Dikejar

Tambahan tiga gol menciptakan Lionel Messi semakin “ngacir” dalam perebutan Sepatu Emas Eropa 2018-2019. Lionel Messi menyumbang hat-trick gol dalam kemenangan 4-1 FC Barcelona atas Real Betis pada laga pekan ke-28 Liga Spanyol, Minggu (17/3/2019).

Torehan trigol tersebut menciptakan sang superstar semakin kokoh pada puncak klasemen top scorer Eropa. Ia mengoleksi 58 poin dari hasil mencetak 29 gol pada persaingan liga. Messi diikuti oleh penyerang Paris Saint-Gerain, Kylian Mbappe, yang mengoleksi 50 poin dari 25 gol pada Liga Prancis.

Lesatan kencang dirasakan oleh striker Sampdoria, Fabio Quagliarella. Eks juru gedor Juventus tersebut melejit ke peringkat ketiga dengan torehan 21 gol (42 poin). Quagliarella melangkahi Cristiano Ronaldo yang stagnan dengan 19 gol. Poin didapat dari hasil kali jumlah gol dan koefisien pengali dari kualitas liga.

Cristiano Ronaldo Tak Lebih Tajam dari Pemain Buangan Juventus

Familiar dengan nama Mbaye Diagne? Jika tidak, tersebut wajar. Mbaye Diagne tidak cukup akrab di telinga penyuka sepak bola lantaran ‘cuma’ bermain bareng Galatasaray. Kendati demikian, ketajaman sang striker tak dapat dipandang sebelah mata.

Sosok berumur 27 tahun tersebut sudah mengemas 23 gol dari 21 penampilan di Liga Turki 2018-2019. Diagne dapat mengumpulkan gol lebih tidak sedikit dalam masa-masa yang lebih singkat dibanding Cristiano Ronaldo. CR7 mengoleksi 19 gol dari 26 partai bareng Juventus di Liga Italia musim ini.

Kendati lebih subur, Diagne melulu menduduki peringkat ke-10 dalam klasemen Sepatu Emas Eropa. Pemain timnas Senegal tersebut mengumpulkan 34,5 poin lantaran koefisien persaingan di Liga Turki ialah 1,5. Adapun Ronaldo berdiri di tangga ketiga dengan 38 poin sebab koefisien persaingan di Italia ialah dua.

Untuk sekadar informasi, poin seorang pemain didapat melewati hasil kali jumlah gol dan koefisien liga. Liga Spanyol, Liga Italia, Liga Inggris, Liga Jerman, dan Liga Prancis mempunyai koefisien perkalian 2,0. Liga beda di Eropa yaitu Liga Portugal, Liga Belanda, dan Liga Turki punya koefisien perkalian 1,5.

TAK TERPAKAI DI JUVENTUS

Diagne digondol ke Juventus pada 2013 atas kemauan pelatih Antonio Conte. Alih-alih mengenakan seragam putih-hitam, ia malah dipinjamkan ke tidak sedikit klub. Pria berpostur 191 cm tersebut pernah menjalani masa ‘sekolah’ di Ajaccio, Lierse, Al-Shabab, Westerlo, dan Ujpest. Diagne kesudahannya meninggalkan Juventus pada 2016 tanpa mencatatkan satu penampilan pun.

Berikut 10 besar calon penerima Sepatu Emas Eropa yang dikutip bandar judi bola dari Transfermarkt.

  1. Lionel Messi – 29 gol (58 poin)
  2. Kylian Mbappe – 25 gol (50 poin)
  3. Fabio Quagliarella – 21 gol (42 poin)
  4. Cristano Ronaldo – 19 gol (38 poin)
  5. Krzysztof Piatek – 19 gol (38 poin)
  6. Robert Skov – 24 gol (36 poin)
  7. Robert Lewandowski – 18 gol (36 poin)
  8. Sergio Aguero – 18 gol (36 poin)
  9. Luis Suarez – 18 gol (36 poin)
  10. Mbaye Diagne – 23 gol (34,5 poin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>