22, Agu, 2019
Moise Kean Pemain Muda Terpupuler Saat Ini

Moise Kean Pemain Muda Terpupuler Saat Ini

Nama Moise Kean muncul menjadi buah bibir dalam sebagian minggu terakhir, baik di panggung internasional bersama Italia mapun dengan Juventus klub yang saat ini dibelanya. Kean mencetak dua gol untuk Italia di kancah kualifikasi Euro 2020 melawan Finlandia dan Liechtenstein, sepekan sebelumnya gol tunggal yang ia cetak berhasil membawa Juventus meraih kemenangan di kancah Serie A, saat timnya tanpa absensi Cristiano Ronaldo yang diistirahatkan.

Hasil gambar untuk moise kean

Pemain berusia 18 tahun kembali mencuri panggung, saat ia melaksanakan selebrasi untuk membungkam para suporter Cagliari yang bertindak rasis padanya di sepanjang perlombaan. Malahan sang ibu, Isabelle sendiri menganggap Kean yakni keajaiban di keluarganya.

Keajaiban Keluarga

“Apakah Anda tahu kenapa kami memanggilnya Mose [Musa] di rumah? Sebab kelahirannya sendiri yakni keajaiban. Doktor telah memberi tahu bahwa saya tidak bisa lagi mempunyai anak. Saya menangis dan berdoa. Giovanni (kakak Kean) juga meminta saya seorang adik kecil. Pada suatu malam saya memimpikan Moses, ia datang menolong saya dan, empat bulan kemudian, saya hamil lagi,” tutur Isabelle terhadap Tuttosport.

Kean menjalani debut profesionalnya sembilan bulan lalu. Sebagian rekor pun diselesaikan oleh pemain keturunan Pantai Gading ini.

Dirinya menjadi pemain pertama yang lahir di tahun 2000-an yang bermain di perlombaan Serie A, di perlombaan Liga Champions dan juga mencetak gol di Serie A.

Juventus Berhutang Traktor pada Ayah Kean

Pada tahun 2017 Biorou Kean mengklaim Juve menjanjikannya traktor sebagai bagian dari kesepakatan putranya dengan klub.

Kean senior pun dengan bersuka cita meyambut atwaran ini dan Kean mendapatkan kontrak bernilai € 700.000 per tahun tetapi murka bahwa traktor belum disediakan untuk bisnis pertanian di Pantai Gading.

Pada saat itu ia mengancam bahwa putranya akan mengancam untuk pembatalan kontraknya apabila tuntutannya tidak dipenuhi. Kean berusia di bawah 18 tahun pada saat itu dan karenanya masih membutuhkan izin orang tuanya sebelum menandatangani kontrak profesional. Awal bulan ini Biorou Kean sekali lagi berdiskusi di depan biasa perihal Juventus, sebab dua traktor dan kini pihak klub tidak memberinya karcis.

Tetapi nampaknya relasi Kean dengan sang ayah tidak harmonis. Saat informasi mengenai komitmen Juventus untuk memberikan traktor terhadap sang ayah, Kean mengatakan: “Traktor? Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. Seandainya saya pria seperti hari ini, saya akan sangat berterima kasih kepada ibu.

“Dengan itu, saya mengatakan segalanya, dan tidak pernah lupa siapa yang memberimu makanan yang kau makan.”

Berawal dari Asti dan Torino

Salah satu sosok yang mengamati bakat yang dimiliki oleh Kean dari daftar agen bola terpercaya adalah mantan penjaga gawang Italia, Renato Biasi. Kean bergabung denan klub lokal Asti yang bermain di Serie D sebelum bergabung dengan akademi Torino pada tahun 2007. Berada tiga musim di Torini, klub tetangga Juventus pun membawanya dan memberikan ia kontrak profesional.

Kean tampil dominan di Juventus U-17 dan mencetak 29 gol dalam 36 penampilan untuk Bianconeri sebelum menerima promosi ke tim Primavera. Penampilan agresifnya sebagai seorang striker terus terasah, mencetak 12 gol dan lima assist dalam sempurna 20 perlombaan. Pencapaian itu membawanya ke tim utama bersama Massimiliano Allegri.

“Tidak ada banyak uang yang masuk. Saya bekerja di fasilitas perawatan dan sering melaksanakan shift malam,” ujar sang Ibu.

“Lalu suatu hari, ia menelepon saya pada pukul 5:30 malam. Saya akan bekerja di Nizza Monferrato. Saya menjadi takut, saya pikir sesuatu telah terjadi padanya.

“Sebaliknya ia berkata kepadaku,” Bu, ada kejutan untukmu. “Saya menjawab,” jangan katakan padaku kau tidak menandatangani untuk Juve. “Ia bilang‘ tidak Mum, saya telah masuk. Anda tidak perlu bekerja lagi dan Anda bisa tinggal bersama saya di Turin.”

“Keberhasilan Moise telah membayar semua pengorbanan yang saya buat di masa lalu.”

Bukan Mario Balotelli

Hasil gambar untuk moise kean why always me

Kean mengatakan bahwa dirinya mengidolakan Mario Balotelli, striker bengal milik Italia. Malahan dirinya mengikuti gaya selebrasi dengan bertuliskan ‘Why Always Me’ dalam perlombaan dengan Italia U-19 sebagian tahun silam.

Tetapi Kean tidak berkeinginan terjebak dengan gaya hidup Balotelli, ia hanya sebata mengaguminya dalam hal bermain.

“Mario Balotelli yakni idola saya, tetapi hanya untuk bagaimana ia bermain. Ia anak yang baik, ia memberi saya banyak nasehat sebab ia tidak berkeinginan saya menjalani apa yang telah dialaminya.

Di Tangan Super Agen Bola Terpercaya

Kean yang yakni produk akademi Juventus sebagian kali dirumorkan akan dijual oleh Juventus. Sang agen bola resmi, Mino Raiola dikabarkan berkeinginan membawa sang striker pergi setelah ia tidak menerima banyak kesempatan bermain di Juventus musim ini.

Tetapi dalam dua bulan terakhir, pemuda 19 tahun itu mulai diberikan kesempatan oleh Massimiliano Allegri. Tidak disangka-sangka, sang pemuda memberikan respons yang fantastis di mana ia membikin 3 gol dari sempurna 5 perlombaan yang ia mainkan di Serie A musim ini.

Pihak Juventus pun menyadari bahwa sang pemuda mempunyai bakat yang besar. Diinfokan Calciomercato, manajemen Juventus telah mengontak perwakilan Kean untuk memperpanjang kontraknya.

Gaya Permainan

Kean menjalani masa pinjaman di Verona pada musim lalu, kala itu pelatih Fabio Pechia memberikannya menit bermain yang cukup sering.

Dirinya yakni penyerang jangkung dan menyukai bermain depan pada posisi tengah, meski ia mempunyai kecenderungan untuk melayang ke arah sayap di mana ia lebih bersuka cita menerima bola dan melewati kawalan. Ia mulai mempunyai penyelesaian akhir yang mumpuni daripada musim lalu, insting golnya mulai terasah.

Berlatih dengan pemain bintang seperti Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo sampai Mario Mandzukic akan meningkatkan mutu Kean.

“Seandainya pelatih mengatakan saya bukan Ronaldo atau Messi, karenanya itu benar. Tentu saja saya bukan Ronaldo atau Messi. Saya berkeinginan suatu hari nanti bisa mencapai tingkatan mereka, apabila saya bekerja cukup keras,” tegas Kean.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>